Permeabilitas adalah
Kemampuan pasir cetak untuk dialiri fluida
dalam hal ini udara tiap satuan luas dalam waktu
tertentu {ml/cm2}. Kualitas
coran dengan permeabilitas yang tepat dapat mencegah cacat seperti rongga
penyusutan, gelembung gas atau kekasaran permukaan. Karena udara atau gas yang
terjadi dalam waktu penuangan dapat terjadi dalam cetakan dalam waktu penuangan
dapat terjadi dialirkan melalui rongga-rongga diantara butir-butir pasir keluar
dan cetakan dengan
kecepatan yang sama. Permeabilitas tergantung sekali pada ada tidaknya cairan
ataupun gas di dalam rongga yang sama. Sebagai contoh, misalnya saja adanya air
dan minyak

Dimana
: P = Permeabilitas (ml/cm2)
Q = Volume udara yang
dilewatkan (ml)
L = Panjang spesimen (cm)
P = Tekanan Udara (cm)
A = Luas irisan spesimen
(19,625 cm2)
T
= Waktu yg diperlukan untuk melewatkan volume
udara Q melalui spesimen ( menit)
Sumber : Tata,Surdia.
Teknik pengecoran Logam. Halaman 120
Pengertian
Permeabilitas dari beberapa sumber :
1.
Permeabilitas adalah kemampuan
pasir untuk meneruskan air atau udara.
( Forth,1994
)
2.
Permeabilitas adalah kemampuan
pasir untuk mentransfer air atau udara yang di ukur dengan jumlah air yang
mengalir melalui pasir dalam waktu tertentu dan ditetapkan dalam inci/jam. (
Anynomous 2010 )
3.
Permeabilitas adalah kapasitas
dari zat ( contohnya batu atau tanah ) untuk mengalirkan air.
4.
Permeabilitas
adalah suatu sifat batuan reservoir untuk dapat meluluskan cairan melalui pori
– pori yang berhubungan, tanpa merusak partikel pembentuk atau kerangka batuan
tersebut.
Cara
penentuan permeabilitas adalah :
1. Dengan
permeameter, suatu alat pengukur yang mempergunakan gas.
2. Dengan
penaksiran kehilangan sirkulasi dalam pemboran.
3. Dari
kecepatan pemboran
4. Berdasarkan
test produksi terhadap penurunan tekanan dasar lubang (bottom-hole
pressure-decline).
Sumber : geounhas06.wordpress.com/minyak-dan-gas-bumi/porositas-dan-permeabilitas/
B.
Jenis - Jenis Permeabilitas
1.
Base Permeabilitas
Base Permeabilitas atau permeabilitas dalam keadaan kering adalah kemampuan menyerap air atau gas didalam
suatu specimen dengan penyaringan pasir yang jelas.
2.
Green Permeabilitas
Green Permeabilitas atau permeabilitas
dalam keadaan basah adalah kemampuan menyerap air atau gas di dalam suatu specimen yang
dibuat dari pasir penuangan lembab.
3.
Dry Permeabilitas
Dry Permeabilitas atau permeabilitas yang diperlakukan panas dari 100º - 110º adalah
kemampuan menyerap
air atau gas didalam suatu specimen yang dibuat dari pasir penuangan yang
dikeringkan.
4.
Baked Permeabilitas
Baked Permeabilitas atau permeabilitas yang
diperlakukan panas lebih dari 110º adalah
kemampuan menyerap
air atau gas didalam suatu specimen yang dibuat dari pasir penuangan yang
dikeringkan dengan suhu tertentu.
Sumber :
Tata,Surdia. Teknik pengecoran Logam. Halaman 120
C.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Permeabilitas
1.
Kadar air
Kadar air
standart untuk pasir cetak adalah antara 1.5% - 8% tergantung dari jenis
cetakan dan logam yang di tuang {Richard W Heinc “principle of metal casting”}.
Bila pasir cetak kekurangan kadar air, maka lempung akan kekurangan daya ikat
untuk mengikat pasir silica. Sehingga butir-butir lempung yang memperoleh air
yang cukup akan menyebardan mengisi celah-celah antar butir pasir cetak yang
akan menurunkan permeabilitasnya. Begitu juga
dengan kadar air yang banyak maka lempung akan seperti pasta dan menurunkan
permeabilitas. Pasir yang telah di keringkan mempunyai permeabilitas dan
kekuatan yang meningkat dibandingkan dengan kekuatan basah, karena air bebas
dan air yang diadsorbsi pada permukaan butir tanah lempung dihilangkan.

Gambar 1. Pengaruh air dan bentonit pada pasir diikat – bentoit
Sumber : Tata surdia,
teknik pengecoran logam.Halaman 112
2. Penekanan Sand Rammer
Semakin banyak penekanan sand rammer pada
pasir maka dapat mengakibatkan jarak antara butir pasir menjadi lebih rapat dan
padat. Akibatnya celah-celah udara menjadi semakin sempit dan akan menurunkan
permeabilitanya.
3. Kadar lempung
Kadar lempung untuk pasir cetak standart
adalah 2 – 30% { Richard W Heinc “principle of metal casting” 864}, ukuran
butir tanah lempung sekitar 0,005mm – 0,02mm {Tata surdia, Teknik pengecoran
logam III}. Lempung tersusun atas kuorlinit, monmorilonit, kuarsa fildpor, mika
dan kotoran lain { Richard W Heinc “principle of metal casting” 86}. Bila kadar
lempung rendah maka air yang tidak terserap oleh lempung yang akan menempati
celah antar butir pasir, sehingga menurunkan permeabilitas pasir cetak. Dan
bila kadar lempung terlalu tinggi, maka sebagian yang tidak memperoleh air
menyebar mengisi celah anatr butir pasir sehingga menurunkan permeabilitas
pasir cetak.
4. Bentuk dan distribusi pasir cetak
Untuk jenis butir pasir bulat baik sebagai pasir cetak, karena
memerlukan jumlah pengikat yang lebih sedikit untuk mrndapatkan kekuatan dan
permeabilitas tertentu, serta mampu alirnya baik sekali. Pasir berbutir kristal
kurang baik untuk pasir cetak,sebab akan pecah menjadi butir-butir kecil pada
pencampuran serta memberikan ketahanan dan permeabilitas yang buruk pada
cetakan dan selanjutnya membutuhkan pengikat dengan jumlah yang banyak.
Pasir cetak biasanya kumpulan dari butir-butir
yang berukuran bermacam-macam. Tetapi kadang-kadang terdiri dari butir-butir
tersaring yang mempunyai ukuran seragam. Besar butiran yang di inginkan adalah
sedemikian sehingga 2/3 dari butiran pasir mempunyai ukuran dari 3 mesh yang
berurutan dan sisanya dari ukuran mesh-mesh berikunya. Jadi lebih baik tidak mempunyai
besar butir yang seragam.
Bentuk butir pasir cetak digolongkan menjadi
beberapa jenis yang ditunjukkan pada gambar yang ada di bawah. Jenis butir
pasir bulat baik sebagai pasir cetak karena memerlukan jumlah pengikat yang
lebih sedikit untuk mendapatkan kekuatan dan permeabilitas tertentu, serta
mampu alirnya baik sekali. Pasir bentuk Kristal kurang baik untuk pasir cetak
karena akan pecah menjadi butir-butir kecil pada pencampuran serta memberikan
permeabilitas pengikat dalam jumlah banyak.
a. 
Butir Pasir Bulat (Round Grain)


Gambar 2. Butir Pasir Bulat
Sumber :
http://memedcupu.blogspot.com/ distribusi-besar-butir.
Butiran ini mempunyai hubungan yang paling sedikit
antara butiran yang satu dengan yang lainnya dalam jumlah yang diperlukan
sehingga membuat permeabilitas menjadi tinggi. Butiran bulat terbentuk karena
butir butir sedang bergesekan berulang-ulang akibat adanya angin, gelombang
atau aliaran air sehingga menghasilkan bentuk bulat. Jenis butir ini umumnya
tebentuk membulat dan hampir tidak ada yang membentuk sudut.
Kekurangan :
· Kekuatannya rendah karena luas bidang kontaknya
kecil sehingga banyak tedapat rongga-rongga.
Kelebihan :
· Permeabilitasnya tinggi karena luas bidang kontak
anta butir sedikit sehingga rongga yang tebentuk besar
· Sedikit memerlukan jumlah pengikat
b. Butir Pasir Sebagian Bersudut (Sub Angular Grain)


Gambar 3. Butir Pasir Sebagian Bersudut
Sumber : http://memedcupu.blogspot.com/
distribusi-besar-butir.
Butiran ini mempunyai kemampuan permeabilitas yang
sedikit dibawah butiran bundar dan kekuatannya melebihi butiran bundar. Butiran
sebagian bersudut terjadi karena butiran besudut saling begerak dan bertumbukan
sehingga sudutnya pecah dan membentuk sub angular grain. Permeabilitas butian
ini lebih rendah daripada butir pasir bulat, disebabkan oleh lebih banyaknya
luas bidang kontak sehingga ronga-rongga yang ada lebih sempit. Namun
kekuatannya lebih tinggi daripada buti pasir bulat. Hal ini dikarenakan oleh
lebih banyaknya luas bidang kontak, sehingga kerapatan antar butir tinggi dan
rongga-rongganya lebih sempit.
Kelebihan :
· Kekuatannya lebih tinggi karena luas bidang
kontaknya lebih besar sehingga rongga-rongga antar butir lebih sempit
Kekurangan :
· Memerlukan jumlah pengikat agak banyak.
· Permeabilitasnya lebih rendah, karena luas bidang
kontak antar butir lebih besar sehingga rongga-rongga antar butir lebih sempit
untuk dialiri udara
c. Butir Pasir Bersudut (Angular Grain)


Gambar 4. Butir Pasir Bersudut
Sumber : http://memedcupu.blogspot.com/ distribusi-besar-butir.
Bentuk butinya mayoritas bersudut, namun sudut yang
terbentuk belum terlalu runcing. Butiran bersudut terbentuk oleh dekomposisi
bahan tanpa ada gesekan. Butiran ini memiliki permeabilitas rendah disbanding
dengan butir pasir sebagian bersudut dan butir pasir bulat dikarenakan luas
bidang kontaknya lebih besar, sehingga rongga-rongga yang ada sempit. Akan
tetapi, butiran bersudut ini memberikan kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan
butiran sebagian bersudut, dikarenakan luas bidang kontaknya yang lebih besar
dan rongga-rongga yang ada sempit, sehingga kerapatannya tinggi.
Kekurangan :
· Memerlukan pengikat dalam jumlah yang banyak
· Permeabilitasnya lebih rendah dibandingkan dengan
buti bulat dan buti sebagian bersudut, dikarenakan luas bidang kontaknya yang
lebih besar, sehingga rongga-rongga antar butirnya lebih sempit Butiran ini
menyebabkan kekuata yang tinggi dan permeabilitas rendah dari butiran sudut
sebagian. Karena bersudut sehingga menutup rongga-rongga untuk partikel atau
lebih padat.
Kelebihan :
· Kekuatannya lebih tinggi daripada butirr bulat dan
butir sebagian besudut, karena luas bidang kontaknya lebih besar dan
rongga-rongga yang ada kecil, sehingga kerapatannya tinggi
d. 
Butir Pasir Kristal


Gambar 5. Butir Pasir Kristal
Sumber : http://memedcupu.blogspot.com/
distribusi-besar-butir.
Bentuk butir dari pasir ini memiliki sudut yang
kurang pada ujung-ujungnya. Butiran ini memiliki permeabilitas yang rendah
sekali dikarenakan luas bidang kontaknya lebih besar akibat butir kristal yang
pecah menjadi kecil-kecil dan mengisi rongga-rongga. Namun memiliki kekuatan
yang besar dikarenakan luas bidang kontak yang ada lebih besar akibat butir
kristal pecah menjadi kecil-kecil dan mengisi rongga-rongga antar butir,
sehingga kerapatannya tinggi.
Kelebihan :
· Luas bidang kontaknya lebih besar akibat kristal
yang pecah dan mengisi rongga-rongga antar butir sehingga kerapatannya tinggi
· Kekuatannya lebih tinggi daripada jenis butir lain
Kekurangan :
· Memerlukan pengikat yang sangat banyak
· Permeabilitas lebih rendah daripada butir lainnya dikarenakan luas bidang kontaknya lebih
besar akibat butir Kristal yang pecah dan mengisi rongga-rongga sehingga udara
yang mengalir sedikit.
5.
Compachbility
Compachbility
merupakan kemampuan pasir cetak untuk dipadatkan. Semakin padat pasir cetak
maka rongga antar pasir akan mengenyal dan menyebabkan permeabilitas turun dan
menyebabkan cacat rongga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar