BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. TUJUAN
PERCOBAAN
TUJUAN
UMUM
v
Mahasiswa
dapat mengetahui cara pengoperasian mesin CNC TU-2A.
v
Mahasiswa
dapat mengetahui perbedaan mesin CNC TU-2A dengan mesin bubut konvensional.
v
Mahasiswa
dapat mengaplikasikan teori-teori mengenai mesin CNC TU-2A.
v
Mahasiswa
dapat mengenal bagian-bagian mesin CNC TU-2A.
TUJUAN
KHUSUS
v
Mahasiswa
dapat membuat program singkat, tepat dan benar dalam pengerjaan.
v
Mahasiswa
dapat menyusun program dalam bentuk absolut maupun inkremental.
v
Mahasiswa
dapat mengetahui jenis-jenis pengerjaan mesin CNC TU-2A.
v
Manasiswa
dapat menghasilkan produk yang baik melalui mesin CNC TU-2A.
TUJUAN
BAGI DUNIA INDUSTRI
v
Dapat
digunakan untuk produksi dalam jumlah massa
karena waktu pengerjaan yang lebih singkat.
v
Standar
ukuran semua produk tidak berubah-ubah atau konstan, dikendalikan oleh suatu
program yang sama.
v
Dapat
memproduksi benda dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
1.
2. PROSEDUR PERCOBAAN
1.
Menyiapkan
BK sesuai dengan ukuran, dan peralatan yang digunakan dalam proses pengerjaan.
2.
Memasang
BK pada pencekam.
3.
Menghidupkan
mesin dengan kunci saklar.
4.
.Menekan
tombol H/C untuk menampilkan tabel program CNC pada
layer.
5.
Memasukkan
program pada layar. Setelah program dimasukkan mengecek ulang program dengan
tombol M untuk mengetahui apakah program sudah benar dan sesuai dengan yang
telah dibuat
6.
Menekan
tombol H/C untuk pelayanan manual
7.
Memutar
saklar sumbu utama untuk penggunaan secara manual dengan kecepatan yang sangat
rendah.
8.
Menggeser
titik nol mata pahat terhadap benda kerja dengan cara menyentuhkan mata pahat
pada sumbu x dan menekan tombol DEL ,kemudian
begitu juga dengan sumbu z
9.
Menentukan
titik referensi pada sumbu x, dan sumbu z sesuai dengan jenis program yang
digunakan.
10. Mengatur kecepatan spindel dan
hantaran benda kerja yang diinginkan sesuai dengan kehalusan permukaan benda
kerja.
11. Menekan tombol H/C untuk menampilkan kembali pelayanan CNC
12. Memutar tombol pelayanan CNC, setelah
itu menekan tombol START untuk memulai proses pengerjaan BK.
13. Sesekali memberikan fluida pendingin
terhadap mata pahat dan benda kerja
14. Setelah pengerjaan selesai, mesin
dimatikan dan BK dilepas dari pencekam.
15. Membersikan mesin CNC dan geram-geram
dengan menggunakan kuas setelah proses pengerjaan selesai.
Kendali numerik bukanlah hal yang baru. Pada awal 1908
penemu mesin telah menggunakan kartu atau plat logam dengan jarum-jarumnya pada
mesinnya. Untuk mengatur pola kain hasil tenunan, maka masing-masing jarum
diatur oleh data atas ketidakhadirannya lubang pada kartu-kartu ini adalah
program dari mesin, jika kartu-kartu ini diubah maka pola akan berubah.
Pemain piano juga merupakan contoh dari pengendali numerik.
Pemain piano menggunakan gulungan kertas
dengan lubang penekan atau ketidakhadirannya lubang penentu jika udara
digunakan dalam pengaturan cuaca yang telah ada.
Ditemukannya komputer adalah salah satu dari hal penentu
yang penting dari pengendali numerik. Pada tahun 1943 komputer pertama diberi
nama ENAC. Komputer ini berukuran lebih dari 1500 kaki persegi dengan
mengunaakan ± 1800 pita kosong. Selain itu komputer ini hanya dapat
dioperasikan beberapa menit tanpa kekurangan sebuah pita. Dalam penjumlahan
komputer ini menimbang berton-ton dan sangat banyak untuk program. ENAC siap diprogramkan dengan ratusan
tombol.
Hal penentu yang sebenarnya dalam teknologi komputer adalah
ditemukannya pada tahun 1948.Transistor
adalah pengganti dari lubang kosong. Bentuknya sangat kecil, murah, dapat diandalkan, menggunakan sedikit tenaga dan
hanya menghasilkan sedikit panas. Hal ini merupakan sifat dan pengganti yang
sempurna dari pipa kosong.Transistor tidak banyak diperhatikan oleh industri
dalam penggunaannya sampai tahun 1960-an
Pada tahun 1954, sebuah teknologi baru dikembangkan atau
diperkenalkan “Integrated Circuits”
atau Ics. Ics merupakan circuit
control yang sangat aktual pada sebuah chip; dimana manufaktur menentukan
bagaimana mengecilkan circuit. Hal ini
membantu menghasilkan ukuran dan memperbaiki hal-hal yang terdapat pada kendali
elektronik meskipun lebih dari yang dimiliki oleh transistor. Skala terbesar
menyatakan siklus pertama yang diproduksi adalah pada tahun 1965.
Pada tahun 1974,
”Microprocessor” ditemukan. Ini dibuat dengan sistem komputer dan
dimungkinkan dalam penggunaan yang kecil. Langkah terbesar dalam industri
memori untuk komputer-komputer lebih dari kekuatan dan kemampuan yang
diinginkan. Konsep asli kendali numerik dirintis pada tahun 1950-an sebagai
metode dari proses lembar-lembar udara dari ketelitian untuk untuk
perkembangan. Bagian-bagian kompleks telah dibuat dengan metode permesinan yang
dikerjakan secara manual dan diteliti dengan perbandingan “Template”. Template juga dibuat dengan manual, dimana tiap saat
digunakan dengan teliti.
Seperti halnya dalam sebuah toko di Tranene City Madigan,
seorang yang bernama John Parton telah mengerjakan dengan menggunakan metode
perbaikan produksi dari pemeriksaan Template unntuk baling-baling helikopter.
Metode Parton merupakan metode perhitungan yang hemat, dan perlu koordinat
sepanjang permukaan lembaran udara. Dengan perhitungan sebuah nomor yang
terbesar dari point lanjutan dari point, dia telah memperbaiki ketelitian.
Parton mengajukan sebuah proposal kepada angkatan udara untuk mengembangkan sebuah mesin untuk menghasilkan
template ini dan menerima sebuah kontrak pengembangan pada tahun 1940.
Pada tahun 1949, angkatan udara mempengaruhi sebuah kontrak
untuk menghasilkan sebuah sistem kendali yang telah dapat menggerakkan bagian
mesin untuk menghasilkan penghitungan point secara tomatis. Sebuah institut
telah ditunjuk oleh Parton untuk mengembangkan
motor yang dapat mengendalikan bagian-bagian mesin.
Yang pertama kali membuat program yang mudah digunakan untuk
masyarakat dinamakan APT (Automotically Programmed Tool Symbolic Language). APT
ditemukan pada tahun 1945,digunakan oleh orang Inggris sebagai simbol bahasa
untuk membuat suatu program dimana perkakas mesin dapat menerjemahkannya. Perlu
diingat bahwa pada suatu mesin membutuhkan ilmu pengukuran terhadap bagian dan
perintah permesinan; seperti kecepatan pemakanan, pemberian fluida/pendingin
saat operasi berlangsung. Untuk menulis program yang telah diterjemahkan ke
dalam suatu program yang dapat di mesin.
Pada tahun 1955, angkatan udara memberikan kontrak sebesar $
35 trilyun kepada industri mesin kendali yang dioperasikan dengan pita kosong
dan membutuhkan sebuah saluran komputer untuk mendapatkan pasangan sebuah kode
pita. Perkembangan dan perbaikan terus berlanjut hinga tahun 1960-an. Mesin
kendali numerik menjadi biasa dalam industri, sebagai penerimaan perkembangan
mesin kendali numerik. Mesin kendali numerik menjadikan kemudahan dalam
berbagai kemampuan.
Mesin kendali numerik juga menjadi istimewa dengan tambahan
memori. Kekhasan mesin kendali numerik adalah dalam suatu saat dan melaksanakannya. Perbaikan dalam
teknologi komputer pada akhir tahun 1970-an dan 1980-an membawa harga mesin
kendali numerik turun ke tingkat tertentu,
dimana perusahaan industri tidak dapat beroperasi atau menghasilkan produk
tanpa mesin kendali numerik
Mesin kendali nomerik merupakan mesin perkakas yang mempunyai
kelebihan dibanding mesin perkakas konvensional dikerjakan secara manual mesin membutuhkan keterampilan operator dalam mengoperasikan
mesin perkakas .Selain itu waktu pengerjaan benda kerja tidak efisien sehingga
untuk keperluan cepat tidak dapat dilayani atau dituruti yang paling penting
adalah mutu dari hasil yang telah dibuat, hal itu karena adanya kelainan
operator atau faktor lain sedangkan mesin pengendali numeric merupakan mesin
perkakas yang berfungsi sama dengan mesin perkakas yang konvensional yang
membedakan adalah mesin pengendali numerik yang telah diprogram dalam komputer
kemudian diterjemahkan oleh mesin perkakas sesuai dengan program yang
dimasukkan.
Keberadaan
mesin pengendali numerik merupakan hal biasa saja, dimana sekarang ini. Hal ini
disebabkan karena adanya berbagai macam kerja yang harus diselesaikan dalam
waktu yang efisien dan pengerjaannya bagus. Selain mesin pengendali numerik
memberikan kemudahan dalam pengoperasiannya.
CNC merupakan
sebagai suatu control atau system pengendali bagi analisa numerik pemasukan
kata demi kata (program) kedalam komputer mesin berupa angka atau nomor
tertentu yang dapat ditransfer kedalam bahasa program sebagai bahasa mesin.
BAB II
TEORI DASAR
2.1 .URAIAN
KHUSUS TU-2A
CNC
adalah mesin yang digunakan/dioperasikan dengan menggunakan kontrol numerik.
Kontrol numerik itu sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan
kontrol gerakan mesin dan berbagai fungsi lainnya yang menggunakan instruksi
yang dinyatakan dalam suatu seri bilangan dan dikendalikan oleh system kontrol
elektronika.
CNC
digunakan juka system kontrol memakai computer internal. Computer internal
memungkinkan penyimpanan program tambahan, penyuntingan program, perjalanan
program dari memori diagnostic kontrol dan pemeriksaan mesin, pekerjaan rutin
atau khusus dan kemampuan perubahan skala.
Mesin CNC
TU-2A dapat melakukan pengerjaan yang lebih rumit dibanding dengan mesin bubut
serta waktu pengerjaan yang jauh lebih dingkat. Pengerjaan yang dapat dilakukan
mesin TU-2A antara lain; membubut tirus, dan membuat ulir. Produk yang
dihasilkan juga sangat teliti sesuai dengan input yang dimasukkan ke komputer.
Mesin CNC
TU-2A ini mempunyai dua sumbu utama yaitu :
ð
Sumbu
X Untuk arah lintasan pahat secara
melintang
ð
Sumbu
Z Untuk arah lintasan pahat secara
horizontal.
-x
+x
Dengan sistem persumbuan ini mesin
dapat dioperasikan untuk membuat pemakanan lurus, lengkung atau tirus,
tergantung dari perintah program yang diberikan.
§
ABSOLUT
1.
Titik-titik
yang harus dicapai oleh pahat bubut dalam proses pembubutan selalu diukur dari ujung BK.
2.
Kelebihannya
adalah bila diinginkan perubahan suatu titik,maka titik lainnya tidak berubah
(mudah dikontrol).
3.
Kekurangannya
adalah lebih lama dalam hal pembuatan program (efesiensi waktu).
§
INKRAMENTAL
1.
Harga-harga
pemograman dimasukkan secara berantai.Titik referensi nol untuk setiap
informasi jalannya yaitu posisi aktual ujung pahat.
2.
Kelebihannya
adalah waktu yang dibutuhkan dalam pembuatannya singkat.
3.
Kekurangannya
adalah jika ingin merubah suatu titik maka semua titik berikutnya akan berubah.
v
Motor
Utama Penggerak Sumbu Utama-Amperemeter
Motor arus searah magnet
permanen,kecepatan variable :
o
Jenjang kecepatan : 1 : 2
o
Jenjang
Putaran : 600 – 400
l/menit
o
Tenaga Masukan (Pl) : 500 W
o
Tenaga
Keluaran (P2) : 300 W
Pembatasan Arus
Motor
dilindungan dari beban lebih dengan pembatasan arus. Beban lebih dapat
menyebabkan motor terbakar. Karena itu pembatasan arus pada 4 amper
Amperemeter
Menunjukkan
konsumsi arus aktual dari motor penggerak.
Diagram
daya
![]() |
Tenaga
Putaran mesin
(rpm)
Sampai
dengan mesin nomor 80, 09, 50 penghalang sinar dan cakram berlubang pada pulley
motor mengendalikan kecepatan motor mulai dari mesin nomor 80, 09, 51 kecepatan
motor dikendalikan secara elektronis.

v
Sabuk
penggerak pulley
6
tingkat pulley penggerak memungkinkan pengaturan berbagai putaran sumbu utama
.pengerak untuk jenjang putaran BC L,BC 2,BC 3 ( dari pully antara kesumbu
utama ).
1.
Sabuk
pulley A (Motor ) sabuk pulley B ( pulley antara ) sabuk dari A ke B adalah tetap dan tak
dapat diubah .
2.
Sabuk
pulley B ke pulley C ( atau sumbu utama ).Sabuknya dapat diatur dalam 3 posisi BCL ,BC
2,BC 3.


PENGGERAK UNTUK JENJANG PUTARAN ACL,AC 2,AC
3
Dari pulley motor A ke
pulley sumbu utama C pulley antara ikut berputar kosong
o
Memindahkan
Sabuk :
-
Kendorkan
mur segi enam ( L )
-
Angkat
motor.
-
Pasang
sabuk ke pulley yang diinginkan
-
Tekan
motor kebawah dan cekamkan mur segi enam.
v
Petunjuk putaran sumbu utama
Jenjang putaran 50-3200
putaran /menit ujung utama standar EMC jenjang sumbu utama : 16 cm ketirusan
dalam sumbu utama: Mt 2.
ð
Alat
pencekam pada sumbu utama :
ð
Pencekam
cakar tiga Æ 80 mm
ð
Piring
pembawa Æ 90 mm
ð
Piring
pencekam Æ 90 mm
Petunjuk
pemasangan,kapasitas cekam ,cakar terbalik dan keselamatan kerja lihat petunjuk
pelayanan ,cekam berlubang dan penghalang sinar pada sumbu utama.

1. Fungsi untuk semua pekerjaan pembubutan
kecuali pemotongan ulir.
Melalui ring berlubang
dan penghalang sinar, putaran sumbu utama ditunjukkan
dalam pembacaan digital pada panel CNC.
2. Fungsi pada pemotongan ulir
Ring berlubang 1,
penghalang sinar 1,
jumlah putaran sumbu
utama diukur dan dilaporkan kepada komputer.
UNSUR-UNSUR PELAYANAN, PELAYANAN
MANUAL
![]() |
1.
SaklarUtama
Putar kunci ke kanan,
mesin dan pengendali diberi arus.
2.
Lampu
kontrol saklar utama
Jika saklar utama hidup,
lampu kontrol menyala.
3.
Sakral
untuk penggerak sumbu utama.
4.
Tombol
untuk pengaturan putaran sumbu utama.
5.
Penunjukan
jumlah putaran sumbu utama.
6.
Tombol
untuk pengaturan asutan
Dalam arah Z (eretan
memanjang ) anda dapat mengatur kecepatan asutan variable dari 10-400 mm/menit.
7.
Lampu
kontrol-pelayanan manual.
Eretan hanya dapat
digerakkan secara manual, bila lampu kontrol (7) menyala
8.
Tombol
asutan untuk arah X ±
dan Z ±
Simbol untuk eretan
menunjukkan arah gerakan dan tombol yang sesuai eretan bergerak dengan asutan
yang ditentuka semula. Pelayanan inching. Jika anda hanya mencolek sedikit
tombol, eretan yang sesuai bergerak 0,01mm
9.
Tombol
gerakan cepat.
Jika anda menekan tombol
asutan dan tombol gerakan cepat secara bersamaan, anda melaksanakan gerakan
cepat dari eretan memanjang atau melintang.
10. Sajian menunjukkan jalannya:
Dalam arah X ± dan Z ± dalm pereratusan. Tanda minus adalah
tanda tiitk pada sajian.
|
·
|
1
|
5
|
2
|
= -1,52
11. Tombol pengalih : pelayanan manual –
pelayanan CNC.
Jika anda menekan tombol
HAND/CNC nyala melompat dari lampu kontrol pelayanan manual ke lampu kontrol
pelayanan CNC, jika anda menekan kembali nyala melompat kembali.
|
|
|
|
|
|
|
|
12. Amperemeter untuk motor penggerak
sumbu utama.
Amperemeter menunjukkan
pemakain arus actual dari motor penggerak. Untuk melindungi motor terhadap
beban lebih, pemkaian arus tidak boleh melebihi 2 amper pada pengerjaan yang
terus menerus (lihat strip hijau pada amperemeter). Beban dapat dikurangi dngan
pengurangan dalamnya pemotongan asutan atau posisi sabuk.
13.
Tombol
darurat
Jika tombol darurat
ditekan, arus ke motor penggerak, motor asutan dan unit pengendali diputuskan.
Melepas tombol darurat, putar tombol ke kiri saklar utam harus dihidupkan
kembali.
|
|
14.
Tombol
Jika anda menekan tombol DEL anda menghapus
sajian jalannya X dan Z.
|
®
|
15.
Tombol
Pengalih X/Z
|
®
|
Jika
mengoperasikan tombol maju
Sajian
yang menunjukkan jalannya X melompat ke jalannya Z dan sebaliknya.
Dengan
demikian anda dapat membaca kedua jalannya (X+Z).
|
INP
|
16. Tombol memori
17. Sabuk pulley penggerak.
v
Penggerak eretan
Data teknis :
ð
Kecepatan
gerak untuk eretan memanjang dan melintang
ð
Gerakan
cepat 700 mm/menit.jenjang asutan variabel
( pelayanan manual ) 5-400
mm/menit
ð
Kecepatan
asutan yang dapat diprogram ( pelayanan
CNC )
ð
Jalan
eretan terkecil yang dapat dugerakkan (penambahan gerakan terkecil
) 0,0138 mm.
ð
Jalannya
gerakan eretan memanjang 300 mm.
ð
Jalannya
gerakan eretan melintang 50 mm.
ð
Penunjukan
pada sajian dalam 0,01 mm.
ð
Daya
asutan pada eretan ± 1000 N.
Pada pelayanan manual
Berhentikan
asutan .
Pada pelayanan CNC :
berhentikan sementara program .
Sekrup bantalan peluru mur pra
pembebanan
Eretan memanjang dan
melintang digerakkan dengan sekrup bantalan peluru poros bergerak tanpa
kelonggaran /kocak terhadap murnya (Tak ada kelonggaran balik ).

v
Pemegang pahat
Pemegang pahat dapat
dipasang dalam posisi depan atau belakang pada eretan melintang . jenjang
diameter .
Luas penampang pahat
naksimal 12 x 12 mm pengaturan pahat segitiga senter
1.
Pasang
pahat pada pemegangnya .
2.
pasang
pemegang pahat pada penjepit pahat.
3.
Putarlah
mur berkartel ( L ) hingga ujung pahat segitiga senter .Gunakan senter untuk
pengaturan pahat segitiga senter .Kecamngkan baut silinder ( 2 ) dan kecangkan pemegang pahatnya dengan
baut tetap (3)
![]() |
Kepala lepas berfungsi
sebagai pendukung benda kerja dengan mengunakan senter maupun untuk pemboran /
penyenteran
![]() |
Bor sampai dengan 8 mm,
dipasang pada pencekam bor.Bor dengan
diameter lebih dari 8 mm harus bertangkai tirus Mt 1, untuk dapat dipasang
secara langsung pada kepala lepas .

Revorver pahat
Pada revolver pahat dar TU
– 2A dapat dipasang 3 pahat luar dan 3 pahat /pengerjaan dalam .
Tenaga motor arus searah
tergantug pada jumlah putarannya .Oleh karna itu pilihlah tingkat transisi dari
pengerak pulley sedemikian , sehingga jumlah putaran motor berada pada jenjang
daya guna optimal ( daerah biru)
Contoh :
Jumlah putaran pemotongan
kasar 600 putaran/menit.
Jumlah putaran pemotongan
halus 800 putaran/menit.
Tingkat trasmisi optimal
:AC L dengan posisi pulley AC 2, anda berada pada jenjang yang tak sesuai
![]() |
1.
Mendapatkan
jumlah putaran anda mengetahui
ð
Diameter
benda kerja
ð
Kecepatan
potong yang dianjurkan.
Dari tabel anda dapat
memilih jumlah putarannya ,contoh menunjukkan :
ð
Diameter
benda kerja 40 mm
ð
Kecepatan
potong 150 mm/menit..
ð
Jumlah
putaran 1200 putaran /menit.
2.
Mendapatkan
Kecepatan asutan dalam mm/menit
ð
Diameter
benda kerja .
ð
Ketentuan
asutan dalam putaran /menit.
Dari tabel anda dapat
memilih asutan dalam mm/menit.
Contoh menunjukkan :
ð
Jumlah
putaran 1200 putaran /menit.
ð
Asutan
0,06 mm/menit.
a.
Mesin
CNC Plasma
Mesin
CNC Pemotong Plasma menggunakan kendali numerik untuk mengatur senter pemotong
plasma. Plasma ini dihasilkan dengan melewatkan gas melalui suatu busur
listrik. Gas ini diionisasikan oleh busur dengan temperatur sangat tinggi
pemotongan busur diproduksi, yang mana dibolehkan untuk pemotongan logam besi
dan bukan besi. Mesin tric plasma secara tepat akan memotong halus. Akibat
bagian dari lempengan plasma.
b.
Mesin
CNC Pembentuk Pegas
Membuat
pegas dengan memotong plasma dengan menggulung plat atau baja pegas menjadi
potongan/bagian-bagian kompleks melalui penggunaan cetakan. Cetakan ini
dipastikan oleh control numeris dan dapat deprogram untuk bagian yang berbeda
dan ukuran pegas. Mesin ini dapat secara otomatis memproduksi ribuan pegas
tiap jam.
c.
Mesin
CNC Laser Pemotong
Sangat
mirip dengan pemotong plasma, mesin CNC laser menggunakan lampu koheren sebagai
pemotong
d.
Mesin
CNC Vertikal
Pusat
permesinannya adalah fris vertical yang menggunakan pengatur posisi secara
vertical control numeris dan pengganti peralatan untuk membuat bagian mesin
yang kompleks dalam satu penyetelan.
e.
Mesin
CNC Horizontal
Mesin
fris yang dikontrol numeris, dilengkapi dengan kemampuan yang dimiliki pusat
permesinan horizontal.
1.
Bahan
pahat dengan bahan BK
Bahan yang digunakan sebagai benda
kerja perlu diketahui tingkat kekuatan bahan sehingga kita dapat menentukan
jenis pahat yang harus digunakan. Apabila bahan pahat digunakan tidak sesuai
dengan jenis pahatnya, pahat akan cepat rusak.
2.
Fluida
pendingin
Diperlukan untuk mengurangi
pengaruh panas akibat gesekan yang terjadi antara pahat dengan BK. Dimana panas
ini akan mengakibatkan keausan pada bagian tepi atau sisi pahat.
3.
Kedalaman
pemakanan
Semakin dalam pemakanan, maka
pahat akan menerima beban lebih dari bagian yang akan dibuang. Gesekan yang
terjadi pun akan lebih besar dan hal ini akan menyebabkan umur pahat lebih
pendek.
4.
Kecepatan
asutan
Kecepatan asutan yang tinggi akan
membuat pahat menerima beban lebih sehingga pahat cepat aus.
F
Batang-batang
Pencekam
Dipasang
langsung pada mesin tergantung benda kerjanya.

F
Cekam
Rahang Tiga
Untuk
pencekaman benda kerja bulat

F
Cekam
Rahang Empat
Untuk pencekaman benda
kerja bulat, segiempat, segi delapan secara sentris.

SISTEM PENGUKURAN
Pada system pengukuran untuk mesin
CNC ditentukan syarat-syarat sebagai
berikut:
Sementara waktu ini, terdapat
perkembangan bermacam-macam system pengukuran yang memiliki cirri khas kebaikan
dan keburukannya. Kita dapat membagi sisitem pengukuran pada :
2.Tidak langsung
2. Penambahan ( Inkramental & absolute )
2.Digital
A. Sistem pengukuran langsung
Pada system pengukuran
langsung,pemindahan langsung pada eretan itu diukur,
Untuk itu perlu diketahui kekurangan telitian dari
batangnya dengan melepas hubungan-hubungannya .Sekitar kelonggaran mekanis
tidak dapat diberikan oleh metode pengukuran itu,hal itu bisa mengakibatkan
kelakuan penggerak yang kurang stabil (bolak – balik ).
Pemberian
harga-harga pengukuran adalah secara magnetic atau pemberi impuls yang langsung
dipasang sebagai pengukur pada eretan itu, jadi system ini dilakukan jika
posisi pemindahan atau pemutaran bagian mesin secara langsung diukur pada mesin
send

Untuk
itu perlu diketahui kekurang telitia dari batangnya dengan melepas
hubungan-hubungannya. Sekitar kelonggaran mekanis tidak dapt diberikan oleh
metode pengukuran itu, hal itu bisa mengakibatkan kelakuan penggerak yang
kurang stabil (bolak-balik).
Pemberian
harga-harga pengukuran adalah secara magnetic atau pemberi impuls yang langsung
dipasang sebagai pengukur pada eretan itu, jadi system ini dilakukan jika
posisi pemindahan atau pemutaran bagian mesin secara langsung diukur pada
bagian mesin itu sendiri.
B. Sistem pengukuran tak lansung
Pada
system ini pengukuran tidak didapatkan secara langsung pada empat eretan
mesin,tetapi pada sebuah suku bagian pemindahan mekanik, misalnya batang
penjalan peluru.Hal itu mengundang resikom bahwa kelonggaran dan luring
telitian dari penggeraknya berpengaruh pada pengaturan posisi.
Keuntungan
dan kerugian system pengukur tak langsung:
a. Keuntungan:
Ø
Pemungut
/pengambil ukuran berputar jauh lebih murah dari pada system pengukuran
linier/translasi, terutama penggaris-penggaris ukuran yang panjang sangat
mahal.
Ø
Montase
dan pemeliharaan system pengukurannya mudah.
Ø
Sistem
pengukuran hanya memerlukan sedikit ruangan.
Ø
Dinamika
mesin eretan dan yang disebutlangkah mati eretan berada diluar lingkungan
pengukuran.
b. Kerugian pada pengukuran ini,yaitu
kurang teliti:


C. Sistem pengukuran digital mutlak
Dengan
system ini dapat diukur tiap momen posisi dari eretan itu dalam harga bilangan
mutlak. Untuk itu digunakan cakera kode berjalur banyak atau penggaris yang
memberi bilangan mutlak dimana saat tegangan jatuh tidak hilang. Kode yang
dipasang pada penggaris ukuran adalah binary (biner).
a. Keuntungan:
o
Sistem
inimpunys ketelitian pengukuran dan penyampaiannya yang tinggi.
o
Posisi
eretannya dapat dibaca secra langsung.
o
Tidak
ada langkah yang merugikan posisi-posisi eretan pada pemberhentian pekerjaan
dan jatuhnya tegangan .
b. Sinyal pengukuran Digital
o
Penggari-penggaris
yang berukuran mahal.
o
Pada
penggesran titik nol harus dilakukan perhitungannya.

D. Sinyal pengukuran Digital
Pada
sinyal, kita menggunakan sinyal-sinyal “ya” atau “tidak” atau dalam bentuk “1”
dan “0”. Dalam satu penambahan digital tidak ada harga-harga antara sinyal itu berubah secara meloncat
terhadap posisi eretannya.
E. Sistem pengukur Optik digital
dengab metode penambahan
Dengsn
system ini (penambahan merupakan posisi/bagian-bagian kecil) jalan yang
ditempuh posisi sebelumnya dapat diukur .Pada skala
pengukuran itu dibuat raster
garis-garis kecil.

Perbedaan
antara INP + REV dan INP + PWR
INP + REV yaitu : Tanda alarm
menghilang,program diganggu artinya pada saat terjadi kesalahan maka program
akan berhenti dan program kembali keawal (penggagalan program). Sedangkan INP +
PWR yaitu Berhenti antara artinya pada saat terjadi kesalahan program akan
berhenti tetapi program dapat dilanjutkan dan tidak mulai dari awal lagi.
BAB III
DATA MESIN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN
3.1. DATA
MESIN CNC TU-2A
§
Format
blok G
G
00 = Gerakan
cepat
( N…/ G 00 / X ±…/ Z ±…)
G
01 = Interpolasi
lurus / tirus
( N…/ G 01 / X ±…/ Z ±…/ F…)
G
02 = Interpolasi
¼ lingkaran berlawanan arah jarum jam
(
N…/ G 02 / X ±…/ Z ±…/ F…)
G 03 = Interpolasi
¼ lingkaran searah jarum jam
G
04 =
Waktu tinggal diam
(
N…/ G 03 / X ±…/ Z ±…/ F…)
(
N…/ G 04 / X ±…)
e. G 21 =
Blok kosong
( N…/ G 21)
f. G 24 =
Penetapan radius pada program (honga)
(
N…/ G 24)
g. G 25 = Teknik produksi.
( N…/
G 25 / L )
h.G 27 = Perintah melompat
(
N…/ G 27 / L )
i. G 33 = Pemotongan ulir dengan kisar yang sama
(
N…/ G 33 / Z ±…/ K )
j.
G
64 = Motor
asutan tidak berarah
(
N…/ G 64 )
k. G 65 =
Pelayanan kaset
(
N…/ G 65 )
m. G 66 = Program antara K 232
=
( N…/ G 66 )
n.
G 73 = Sudut pemboran
(
N…/ G 73 / Z ± …/ F )
o.
G 78 = Siklus pengguliran
(
N…/ G 78 / Z ± …/ F )
p.G 81 = Siklus pemboran
( N…/ G 81 / Z ±…/ F )
q.G 82 = Siklus pemboran diam
(
N…/ G 82 / Z ±…/ F )
r. G 83 = Siklus pemboran dengan penarikan
(
N…/ G 83 / Z ±…/ F )
s.
G 84 = Siklus pembubutan dengan memanjang
( N…/
G 84 / Z ±…/ F )
§
FORMAT
BLOK M
a.
M
00 = Program
berhenti
(
N…/ M 00)
b.
M
03 = Menjalankan
spindel utama
(
N…/ M 03)
c.
M
05 = Spindel
utama berhenti
(
N…/ M 05)
d.
M
06 = Penghitungan
panjang pahat
(
N…/ X ±…/ Z ±…)
e.
M
07 = Titik
tolak pengatur
f.
M
30 = Program
berhenti
(
N…/ M 30)
g.
M
11 = Melepas
penjepit
(
N…/ M 11)
h.
M
12 = Kode
sinkronisasi
(
N…/ M 12)
i.
M
99 = Parameter
lingkaran
(
N…/ M 99 / i ±…/ k ±…)
j.
M
98 = Kompensasi
kelonggaran
(
N…/ M 98 / X ±…/ Z ±…)
Tanda alarm adalah bentuk informasi bagi operrator
untuk mengenali jenis masalah yang
timbul akibat kesalahan operasi,sehingga akan lebih mudah dalam
mengatasinya.Bila alarm muncul kita tidak dapat melanjutkan opersi apapun
sebelum alarm tersebut dihapus.
Cara
menghapus alarm
Menekan tombol INP + REV maka alarm akan tampak
pada layar monitor dalam bentuk kode dan keterangan singkat sebagai berikut :
A 00 :
Kesalahan pemasukan kode fungsi G
Fungsi
Jalan 00-95
A 01 : Kesalahan pemasukan nilai parameter
Lingkaran
X : ± 5999 Z : ±32760
I : 5999 K : 22700
A 02 :
Kesalahan pemasukan nilai X
X : 0 - ± 5999
A 03 :
Kesalahan pemasukan nilai asutan
F : 2 –
499
G
94 : mm/menit
G
95 : 1/1000 mm/menit
A 04 :
Kesalahan pemasukan nilai Z
Z : 0 - ± 32760
A 05 :
M 30 belum ditulis
A 06 :
Putaran spindel terlalu besar
A 08 : Disket/pita telah penuh atau belum diformat
atau
rusak
A 09 :
Program tidak ada/kesalahan nama
program
A 10 :
Program terproteksi
A 11 : Salah Jalan
A
12 : Salah pengecekan
A 13 : Pengalihan dari mm ke inc





Tidak ada komentar:
Posting Komentar