Rabu, 25 April 2012

Mesin CNC TU - 2A


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.    TUJUAN PERCOBAAN
TUJUAN UMUM
v  Mahasiswa dapat mengetahui cara pengoperasian mesin CNC TU-2A.
v  Mahasiswa dapat mengetahui perbedaan mesin CNC TU-2A dengan mesin bubut konvensional.
v  Mahasiswa dapat mengaplikasikan teori-teori mengenai mesin CNC TU-2A.
v  Mahasiswa dapat mengenal bagian-bagian mesin CNC TU-2A.
TUJUAN KHUSUS
v  Mahasiswa dapat membuat program singkat, tepat dan benar dalam pengerjaan.
v  Mahasiswa dapat menyusun program dalam bentuk absolut maupun inkremental.
v  Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis pengerjaan mesin CNC TU-2A.
v  Manasiswa dapat menghasilkan produk yang baik melalui mesin CNC TU-2A.
TUJUAN BAGI DUNIA INDUSTRI
v  Dapat digunakan untuk produksi dalam jumlah massa karena waktu pengerjaan yang lebih singkat.
v  Standar ukuran semua produk tidak berubah-ubah atau konstan, dikendalikan oleh suatu program yang sama.
v  Dapat memproduksi benda dengan tingkat ketelitian yang tinggi.



1. 2.  PROSEDUR PERCOBAAN
1.    Menyiapkan BK sesuai dengan ukuran, dan peralatan yang digunakan dalam proses pengerjaan.
2.    Memasang BK pada pencekam.
3.    Menghidupkan mesin dengan kunci saklar. 
4.    .Menekan tombol   H/C   untuk menampilkan tabel program CNC pada layer.
5.    Memasukkan program pada layar. Setelah program dimasukkan mengecek ulang program dengan tombol M untuk mengetahui apakah program sudah benar dan sesuai dengan yang telah dibuat
6.    Menekan tombol H/C untuk pelayanan manual
7.    Memutar saklar sumbu utama untuk penggunaan secara manual dengan kecepatan yang sangat rendah.
8.    Menggeser titik nol mata pahat terhadap benda kerja dengan cara menyentuhkan mata pahat pada sumbu x dan menekan tombol DEL,kemudian begitu juga dengan sumbu z
9.    Menentukan titik referensi pada sumbu x, dan sumbu z sesuai dengan jenis program yang digunakan.
10. Mengatur kecepatan spindel dan hantaran benda kerja yang diinginkan sesuai dengan kehalusan permukaan benda kerja.
11. Menekan tombol  H/C  untuk menampilkan kembali pelayanan CNC
12. Memutar tombol pelayanan CNC, setelah itu menekan tombol   START  untuk memulai proses pengerjaan BK.
13. Sesekali memberikan fluida pendingin terhadap mata pahat dan benda kerja
14. Setelah pengerjaan selesai, mesin dimatikan dan BK dilepas dari pencekam.
15. Membersikan mesin CNC dan geram-geram dengan menggunakan kuas setelah proses pengerjaan selesai.
*      SEJARAH
         Kendali numerik bukanlah hal yang baru. Pada awal 1908 penemu mesin telah menggunakan kartu atau plat logam dengan jarum-jarumnya pada mesinnya. Untuk mengatur pola kain hasil tenunan, maka masing-masing jarum diatur oleh data atas ketidakhadirannya lubang pada kartu-kartu ini adalah program dari mesin, jika kartu-kartu ini diubah maka pola akan berubah.
         Pemain piano juga merupakan contoh dari pengendali numerik. Pemain piano menggunakan gulungan kertas dengan lubang penekan atau ketidakhadirannya lubang penentu jika udara digunakan dalam pengaturan cuaca yang telah ada.
         Ditemukannya komputer adalah salah satu dari hal penentu yang penting dari pengendali numerik. Pada tahun 1943 komputer pertama diberi nama             ENAC. Komputer ini berukuran lebih dari 1500 kaki persegi dengan mengunaakan ± 1800 pita kosong. Selain itu komputer ini hanya dapat dioperasikan beberapa menit tanpa kekurangan sebuah pita. Dalam penjumlahan komputer ini menimbang berton-ton dan sangat banyak untuk program. ENAC siap diprogramkan dengan ratusan tombol.
         Hal penentu yang sebenarnya dalam teknologi komputer adalah ditemukannya pada tahun 1948.Transistor adalah pengganti dari lubang kosong. Bentuknya sangat kecil, murah, dapat  diandalkan, menggunakan sedikit tenaga dan hanya menghasilkan sedikit panas. Hal ini merupakan sifat dan pengganti yang sempurna dari pipa kosong.Transistor tidak banyak diperhatikan oleh industri dalam penggunaannya sampai tahun 1960-an

         Pada tahun 1954, sebuah teknologi baru dikembangkan atau diperkenalkan “Integrated Circuits” atau Ics. Ics merupakan circuit control yang sangat aktual pada sebuah chip; dimana manufaktur menentukan bagaimana mengecilkan circuit. Hal ini membantu menghasilkan ukuran dan memperbaiki hal-hal yang terdapat pada kendali elektronik meskipun lebih dari yang dimiliki oleh transistor. Skala terbesar menyatakan siklus pertama yang diproduksi adalah pada tahun 1965.
         Pada tahun 1974, ”Microprocessor” ditemukan. Ini dibuat dengan sistem komputer dan dimungkinkan dalam penggunaan yang kecil. Langkah terbesar dalam industri memori untuk komputer-komputer lebih dari kekuatan dan kemampuan yang diinginkan. Konsep asli kendali numerik dirintis pada tahun 1950-an sebagai metode dari proses lembar-lembar udara dari ketelitian untuk untuk perkembangan. Bagian-bagian kompleks telah dibuat dengan metode permesinan yang dikerjakan secara manual dan diteliti dengan perbandingan “Template”. Template juga dibuat dengan manual, dimana tiap saat digunakan dengan teliti.
         Seperti halnya dalam sebuah toko di Tranene City Madigan, seorang yang bernama John Parton telah mengerjakan dengan menggunakan metode perbaikan produksi dari pemeriksaan Template unntuk baling-baling helikopter. Metode Parton merupakan metode perhitungan yang hemat, dan perlu koordinat sepanjang permukaan lembaran udara. Dengan perhitungan sebuah nomor yang terbesar dari point lanjutan dari point, dia telah memperbaiki ketelitian. Parton mengajukan sebuah proposal kepada angkatan udara untuk  mengembangkan sebuah mesin untuk menghasilkan template ini dan menerima sebuah kontrak pengembangan pada tahun 1940.
         Pada tahun 1949, angkatan udara mempengaruhi sebuah kontrak untuk menghasilkan sebuah sistem kendali yang telah dapat menggerakkan bagian mesin untuk menghasilkan penghitungan point secara tomatis. Sebuah institut telah ditunjuk oleh Parton untuk mengembangkan  motor yang dapat mengendalikan bagian-bagian mesin.
         Yang pertama kali membuat program yang mudah digunakan untuk masyarakat dinamakan APT (Automotically Programmed Tool Symbolic Language). APT ditemukan pada tahun 1945,digunakan oleh orang Inggris sebagai simbol bahasa untuk membuat suatu program dimana perkakas mesin dapat menerjemahkannya. Perlu diingat bahwa pada suatu mesin membutuhkan ilmu pengukuran terhadap bagian dan perintah permesinan; seperti kecepatan pemakanan, pemberian fluida/pendingin saat operasi berlangsung. Untuk menulis program yang telah diterjemahkan ke dalam suatu program yang dapat di mesin.
         Pada tahun 1955, angkatan udara memberikan kontrak sebesar $ 35 trilyun kepada industri mesin kendali yang dioperasikan dengan pita kosong dan membutuhkan sebuah saluran komputer untuk mendapatkan pasangan sebuah kode pita. Perkembangan dan perbaikan terus berlanjut hinga tahun 1960-an. Mesin kendali numerik menjadi biasa dalam industri, sebagai penerimaan perkembangan mesin kendali numerik. Mesin kendali numerik menjadikan kemudahan dalam berbagai kemampuan.
         Mesin kendali numerik juga menjadi istimewa dengan tambahan memori. Kekhasan mesin kendali numerik adalah dalam suatu saat dan          melaksanakannya. Perbaikan dalam teknologi komputer pada akhir tahun 1970-an dan 1980-an membawa harga mesin kendali numerik turun ke tingkat             tertentu, dimana perusahaan industri tidak dapat beroperasi atau menghasilkan produk tanpa mesin kendali numerik
*      LATAR BELAKANG
Mesin  kendali nomerik  merupakan mesin perkakas yang mempunyai kelebihan dibanding mesin perkakas konvensional dikerjakan secara manual  mesin membutuhkan  keterampilan operator dalam mengoperasikan mesin perkakas .Selain itu waktu pengerjaan benda kerja tidak efisien sehingga untuk keperluan cepat tidak dapat dilayani atau dituruti yang paling penting adalah mutu dari hasil yang telah dibuat, hal itu karena adanya kelainan operator atau faktor lain sedangkan mesin pengendali numeric merupakan mesin perkakas yang berfungsi sama dengan mesin perkakas yang konvensional yang membedakan adalah mesin pengendali numerik yang telah diprogram dalam komputer kemudian diterjemahkan oleh mesin perkakas sesuai dengan program yang dimasukkan.
Keberadaan mesin pengendali numerik merupakan hal biasa saja, dimana sekarang ini. Hal ini disebabkan karena adanya berbagai macam kerja yang harus diselesaikan dalam waktu yang efisien dan pengerjaannya bagus. Selain mesin pengendali numerik memberikan kemudahan dalam pengoperasiannya.
CNC merupakan sebagai suatu control atau system pengendali bagi analisa numerik pemasukan kata demi kata (program) kedalam komputer mesin berupa angka atau nomor tertentu yang dapat ditransfer kedalam bahasa program sebagai bahasa mesin.





















            BAB II
          TEORI DASAR

2.1 .URAIAN KHUSUS TU-2A

*      DEFINISI MESIN CNC TU-2A
CNC adalah mesin yang digunakan/dioperasikan dengan menggunakan kontrol numerik. Kontrol numerik itu sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan kontrol gerakan mesin dan berbagai fungsi lainnya yang menggunakan instruksi yang dinyatakan dalam suatu seri bilangan dan dikendalikan oleh system kontrol elektronika.
CNC digunakan juka system kontrol memakai computer internal. Computer internal memungkinkan penyimpanan program tambahan, penyuntingan program, perjalanan program dari memori diagnostic kontrol dan pemeriksaan mesin, pekerjaan rutin atau khusus dan kemampuan perubahan skala.
Mesin CNC TU-2A dapat melakukan pengerjaan yang lebih rumit dibanding dengan mesin bubut serta waktu pengerjaan yang jauh lebih dingkat. Pengerjaan yang dapat dilakukan mesin TU-2A antara lain; membubut tirus, dan membuat ulir. Produk yang dihasilkan juga sangat teliti sesuai dengan input yang dimasukkan ke komputer.

*      SISTEM PERSUMBUAN
Mesin CNC TU-2A ini mempunyai dua sumbu utama yaitu :
ð  Sumbu X      Untuk arah lintasan pahat secara melintang
ð  Sumbu Z       Untuk arah lintasan pahat secara horizontal.


                                                                                         -x
       
                                    -z                                                      +z

                                          
                                           +x
Dengan sistem persumbuan ini mesin dapat dioperasikan untuk membuat pemakanan lurus, lengkung atau tirus, tergantung dari perintah program yang diberikan.

*      PERBEDAAN PROGRAM ABSOLUT DAN INKRAMENTAL
§      ABSOLUT
1.    Titik-titik yang harus dicapai oleh pahat bubut dalam proses  pembubutan selalu diukur dari ujung BK.
2.    Kelebihannya adalah bila diinginkan perubahan suatu titik,maka titik lainnya tidak berubah (mudah dikontrol).
3.    Kekurangannya adalah lebih lama dalam hal pembuatan program (efesiensi waktu).
§      INKRAMENTAL
1.    Harga-harga pemograman dimasukkan secara berantai.Titik referensi nol untuk setiap informasi jalannya yaitu posisi aktual ujung pahat.
2.    Kelebihannya adalah waktu yang dibutuhkan dalam pembuatannya singkat.
3.    Kekurangannya adalah jika ingin merubah suatu titik maka semua titik berikutnya akan berubah.

*      ELEMEN-ELEMEN UTAMA TU-2A
v Motor Utama Penggerak Sumbu Utama-Amperemeter
Motor arus searah magnet permanen,kecepatan variable :
o     Jenjang kecepatan              :  1 : 2
o     Jenjang Putaran                 :  600 – 400  l/menit
o     Tenaga Masukan  (Pl)        :  500 W
o   Tenaga Keluaran (P2)          :  300 W
Pembatasan Arus
Motor dilindungan dari beban lebih dengan pembatasan arus. Beban lebih dapat menyebabkan motor terbakar. Karena itu pembatasan arus pada 4 amper
Amperemeter
Menunjukkan konsumsi arus aktual dari motor penggerak.
Diagram daya
 

                               Tenaga
                

 

                                  Putaran mesin (rpm)
Sampai dengan mesin nomor 80, 09, 50 penghalang sinar dan cakram berlubang pada pulley motor mengendalikan kecepatan motor mulai dari mesin nomor 80, 09, 51 kecepatan motor dikendalikan secara elektronis.
v  Sabuk penggerak pulley
6 tingkat pulley penggerak memungkinkan pengaturan berbagai putaran sumbu utama .pengerak untuk jenjang putaran BC L,BC 2,BC 3 ( dari pully antara kesumbu utama ).
1.    Sabuk pulley A (Motor ) sabuk pulley B ( pulley antara )         sabuk dari A ke B adalah tetap dan tak dapat diubah .
2.    Sabuk pulley B ke pulley C ( atau sumbu utama ).Sabuknya dapat diatur dalam 3 posisi BCL,BC 2,BC 3.




   PENGGERAK UNTUK JENJANG PUTARAN ACL,AC 2,AC 3    
Dari pulley motor A ke pulley sumbu utama C pulley antara ikut berputar kosong
o   Memindahkan Sabuk :
-       Kendorkan mur segi enam ( L )
-       Angkat motor.
-       Pasang sabuk ke pulley yang diinginkan
-       Tekan motor kebawah dan cekamkan mur segi enam.

v  Petunjuk putaran sumbu utama
Jenjang putaran 50-3200 putaran /menit ujung utama standar EMC jenjang sumbu utama : 16 cm ketirusan dalam sumbu utama: Mt 2.
ð  Alat pencekam pada sumbu utama :
ð  Pencekam cakar tiga Æ 80 mm
ð  Piring pembawa Æ 90 mm
ð  Piring pencekam Æ 90 mm
Petunjuk pemasangan,kapasitas cekam ,cakar terbalik dan keselamatan kerja lihat petunjuk pelayanan ,cekam berlubang dan penghalang sinar pada sumbu utama.
1.      Fungsi untuk semua pekerjaan pembubutan kecuali pemotongan ulir.
       Melalui ring berlubang dan penghalang sinar, putaran sumbu utama            ditunjukkan dalam pembacaan digital pada panel CNC.

2.      Fungsi pada pemotongan ulir
       Ring berlubang 1, penghalang sinar 1,
       jumlah putaran sumbu utama diukur dan dilaporkan kepada komputer.

UNSUR-UNSUR PELAYANAN, PELAYANAN MANUAL
 











1.    SaklarUtama
Putar kunci ke kanan, mesin dan pengendali diberi arus.
2.    Lampu kontrol saklar utama
Jika saklar utama hidup, lampu kontrol menyala.
3.    Sakral untuk penggerak sumbu utama.
4.    Tombol untuk pengaturan putaran sumbu utama.
5.    Penunjukan jumlah putaran sumbu utama.
6.    Tombol untuk pengaturan asutan
Dalam arah Z (eretan memanjang ) anda dapat mengatur kecepatan asutan variable dari 10-400 mm/menit.
7.    Lampu kontrol-pelayanan manual.
Eretan hanya dapat digerakkan secara manual, bila lampu kontrol (7) menyala
8.    Tombol asutan untuk arah X ± dan Z ±
Simbol untuk eretan menunjukkan arah gerakan dan tombol yang sesuai eretan bergerak dengan asutan yang ditentuka semula. Pelayanan inching. Jika anda hanya mencolek sedikit tombol, eretan yang sesuai bergerak 0,01mm
9.    Tombol gerakan cepat.
Jika anda menekan tombol asutan dan tombol gerakan cepat secara bersamaan, anda melaksanakan gerakan cepat dari eretan memanjang atau melintang.
10. Sajian menunjukkan jalannya:
Dalam arah X ± dan Z ± dalm pereratusan. Tanda minus adalah tanda tiitk pada sajian.
·
1
5
2
    = -1,52
11. Tombol pengalih : pelayanan manual – pelayanan CNC.
Jika anda menekan tombol HAND/CNC nyala melompat dari lampu kontrol pelayanan manual ke lampu kontrol pelayanan CNC, jika anda menekan kembali nyala melompat kembali.






 
                                                                                      
12. Amperemeter untuk motor penggerak sumbu utama.
Amperemeter menunjukkan pemakain arus actual dari motor penggerak. Untuk melindungi motor terhadap beban lebih, pemkaian arus tidak boleh melebihi 2 amper pada pengerjaan yang terus menerus (lihat strip hijau pada amperemeter). Beban dapat dikurangi dngan pengurangan dalamnya pemotongan asutan atau posisi sabuk.
13.            Tombol darurat
Jika tombol darurat ditekan, arus ke motor penggerak, motor asutan dan unit pengendali diputuskan. Melepas tombol darurat, putar tombol ke kiri saklar utam harus dihidupkan kembali.
DEL
14.            Tombol
Jika anda menekan tombol DEL anda menghapus sajian jalannya X dan Z.
®
15.            Tombol   
Pengalih X/Z
®
Jika mengoperasikan tombol maju 
Sajian yang menunjukkan jalannya X melompat ke jalannya Z dan sebaliknya.
Dengan demikian anda dapat membaca kedua jalannya (X+Z). 
INP
16. Tombol memori
17. Sabuk pulley penggerak.

v  Penggerak eretan
                     Data teknis :
ð Kecepatan gerak untuk eretan memanjang dan melintang
ð Gerakan cepat 700 mm/menit.jenjang asutan variabel          
   ( pelayanan manual ) 5-400 mm/menit
ð Kecepatan asutan yang dapat diprogram ( pelayanan   CNC )  
ð Jalan eretan terkecil yang dapat dugerakkan                   (penambahan gerakan terkecil ) 0,0138 mm.
ð Jalannya gerakan eretan memanjang 300 mm.
ð Jalannya gerakan eretan melintang  50 mm.
ð Penunjukan pada sajian dalam 0,01 mm.
ð Daya asutan pada eretan  ± 1000 N.
                    Pada pelayanan manual
Berhentikan asutan .         
Pada pelayanan CNC : berhentikan sementara program .
                Sekrup bantalan peluru mur pra pembebanan
Eretan memanjang dan melintang digerakkan dengan sekrup bantalan peluru poros bergerak tanpa kelonggaran /kocak terhadap murnya (Tak ada kelonggaran balik ).
                    
v  Pemegang pahat
Pemegang pahat dapat dipasang dalam posisi depan atau belakang pada eretan melintang . jenjang diameter .
Luas penampang pahat naksimal 12 x 12 mm pengaturan pahat segitiga senter
1.    Pasang pahat pada pemegangnya .
2.    pasang pemegang pahat pada penjepit pahat.
3.    Putarlah mur berkartel ( L ) hingga ujung pahat segitiga senter .Gunakan senter untuk pengaturan pahat segitiga senter .Kecamngkan baut silinder  ( 2 ) dan kecangkan pemegang pahatnya dengan baut tetap (3)
 








*      KEPALA  LEPAS
Kepala lepas berfungsi sebagai pendukung benda kerja dengan mengunakan senter maupun untuk pemboran / penyenteran
 














*    PENGERJAAN PEMBORAN :
Bor sampai dengan 8 mm, dipasang pada pencekam  bor.Bor dengan diameter lebih dari 8 mm harus bertangkai tirus Mt 1, untuk dapat dipasang secara langsung pada kepala lepas .

Revorver pahat

*    REVOLVER PAHAT
Pada revolver pahat dar TU – 2A dapat dipasang 3 pahat luar dan 3 pahat /pengerjaan dalam .
*    PEMILIHAN JUMLAH PUTARAN PADA TU – 2A
Tenaga motor arus searah tergantug pada jumlah putarannya .Oleh karna itu pilihlah tingkat transisi dari pengerak pulley sedemikian , sehingga jumlah putaran motor berada pada jenjang daya guna optimal ( daerah biru)
Contoh :
Jumlah putaran pemotongan kasar 600 putaran/menit.
Jumlah putaran pemotongan halus  800 putaran/menit.
Tingkat trasmisi optimal :AC L dengan posisi pulley AC 2, anda berada pada jenjang yang tak sesuai

 






*    MENDAPATKAN HARGA PEMOTONGAN
1.    Mendapatkan jumlah putaran anda mengetahui
ð  Diameter benda kerja
ð  Kecepatan potong yang dianjurkan.
Dari tabel anda dapat memilih jumlah putarannya ,contoh menunjukkan :
ð  Diameter benda kerja 40 mm
ð  Kecepatan potong 150 mm/menit..
ð  Jumlah putaran 1200 putaran /menit.
2.    Mendapatkan Kecepatan asutan dalam mm/menit
ð  Diameter benda kerja .
ð  Ketentuan asutan dalam putaran /menit.
Dari tabel anda dapat memilih asutan dalam mm/menit.
Contoh menunjukkan :
ð  Jumlah putaran 1200 putaran /menit.
ð  Asutan 0,06  mm/menit.





*     TIPE-TIPE MESIN CNC
a.    Mesin CNC Plasma
Mesin CNC Pemotong Plasma menggunakan kendali numerik untuk mengatur senter pemotong plasma. Plasma ini dihasilkan dengan melewatkan gas melalui suatu busur listrik. Gas ini diionisasikan oleh busur dengan temperatur sangat tinggi pemotongan busur diproduksi, yang mana dibolehkan untuk pemotongan logam besi dan bukan besi. Mesin tric plasma secara tepat akan memotong halus. Akibat bagian dari lempengan plasma.
b.    Mesin CNC Pembentuk Pegas
Membuat pegas dengan memotong plasma dengan menggulung plat atau baja pegas menjadi potongan/bagian-bagian kompleks melalui penggunaan cetakan. Cetakan ini dipastikan oleh control numeris dan dapat deprogram untuk bagian yang berbeda dan ukuran pegas. Mesin ini dapat secara otomatis memproduksi ribuan pegas tiap jam.
c.    Mesin CNC Laser Pemotong
Sangat mirip dengan pemotong plasma, mesin CNC laser menggunakan lampu koheren sebagai pemotong
d.    Mesin CNC Vertikal
Pusat permesinannya adalah fris vertical yang menggunakan pengatur posisi secara vertical control numeris dan pengganti peralatan untuk membuat bagian mesin yang kompleks dalam satu penyetelan.
e.    Mesin CNC Horizontal
Mesin fris yang dikontrol numeris, dilengkapi dengan kemampuan yang dimiliki pusat permesinan horizontal.

*    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAUSAN PAHAT:
1.    Bahan pahat dengan bahan BK
             Bahan yang digunakan sebagai benda kerja perlu diketahui tingkat kekuatan bahan sehingga kita dapat menentukan jenis pahat yang harus digunakan. Apabila bahan pahat digunakan tidak sesuai dengan jenis pahatnya, pahat akan cepat rusak.
2.    Fluida pendingin
              Diperlukan untuk mengurangi pengaruh panas akibat gesekan yang terjadi antara pahat dengan BK. Dimana panas ini akan mengakibatkan keausan pada bagian tepi atau sisi pahat.
3.    Kedalaman pemakanan
              Semakin dalam pemakanan, maka pahat akan menerima beban lebih dari bagian yang akan dibuang. Gesekan yang terjadi pun akan lebih besar dan hal ini akan menyebabkan umur pahat lebih pendek.
4.    Kecepatan asutan
              Kecepatan asutan yang tinggi akan membuat pahat menerima beban lebih sehingga pahat cepat aus.





*      ALAT PENCEKAM
F Batang-batang Pencekam
                                                          Dipasang langsung pada mesin tergantung benda  kerjanya.
F Cekam Rahang Tiga
                      Untuk pencekaman benda kerja bulat
F Cekam Rahang Empat
                     Untuk pencekaman benda kerja bulat, segiempat, segi delapan           secara sentris.

SISTEM PENGUKURAN

Pada system pengukuran untuk mesin CNC  ditentukan syarat-syarat sebagai berikut:
*      Sistem pengukuran harus memiliki kecepatan ukur lebih besar dari pada kecepatan eretan
*      Harus mempunyai resolusi / jarak ukur dari 1:10 ( resolusi pada panjang ukur 1 meter )
*      Harus tertutup dengan baik terhadap desakan masuk cairan pendingin geram-geram.
*      Harus tahan terhadap getaran-getaran dan pengaruh medan elektromagnetik yang kuat.
*      Harus tahan terhadap ketajaman tegangan listrik disebabkan oleh kendali thyristor dan arus awalan yang besar dari motor-motor penggeraknya.
*      Harga-harga harus terjaga pada kelambatan waktu yang minimal.

Sementara waktu ini, terdapat perkembangan bermacam-macam system pengukuran yang memiliki cirri khas kebaikan dan keburukannya. Kita dapat membagi sisitem pengukuran pada :
*      Tempat pengukuran : 1. Langsung
    2.Tidak langsung
*      Metode pengukuran : 1. Mutlak (absolute)
   2. Penambahan ( Inkramental & absolute )
*      Penambahan ( inkramental & selisih )
*      Jenis sinyal pengukuran : 1. Analogi
    2.Digital


A. Sistem pengukuran langsung
         Pada system pengukuran langsung,pemindahan langsung pada eretan itu diukur,
Untuk  itu perlu diketahui kekurangan telitian dari batangnya dengan melepas hubungan-hubungannya .Sekitar kelonggaran mekanis tidak dapat diberikan oleh metode pengukuran itu,hal itu bisa mengakibatkan kelakuan penggerak yang kurang stabil (bolak – balik ).
Pemberian harga-harga pengukuran adalah secara magnetic atau pemberi impuls yang langsung dipasang sebagai pengukur pada eretan itu, jadi system ini dilakukan jika posisi pemindahan atau pemutaran bagian mesin secara langsung diukur pada mesin send

            Untuk itu perlu diketahui kekurang telitia dari batangnya dengan melepas hubungan-hubungannya. Sekitar kelonggaran mekanis tidak dapt diberikan oleh metode pengukuran itu, hal itu bisa mengakibatkan kelakuan penggerak yang kurang stabil (bolak-balik).
            Pemberian harga-harga pengukuran adalah secara magnetic atau pemberi impuls yang langsung dipasang sebagai pengukur pada eretan itu, jadi system ini dilakukan jika posisi pemindahan atau pemutaran bagian mesin secara langsung diukur pada bagian mesin itu sendiri.

B. Sistem pengukuran tak lansung
            Pada system ini pengukuran tidak didapatkan secara langsung pada empat eretan mesin,tetapi pada sebuah suku bagian pemindahan mekanik, misalnya batang penjalan peluru.Hal itu mengundang resikom bahwa kelonggaran dan luring telitian dari penggeraknya berpengaruh pada pengaturan posisi.
            Keuntungan dan kerugian system pengukur tak langsung:
a. Keuntungan:
Ø  Pemungut /pengambil ukuran berputar jauh lebih murah dari pada system pengukuran linier/translasi, terutama penggaris-penggaris ukuran yang panjang sangat mahal.
Ø  Montase dan pemeliharaan system pengukurannya mudah.
Ø  Sistem pengukuran hanya memerlukan sedikit ruangan.
Ø  Dinamika mesin eretan dan yang disebutlangkah mati eretan berada diluar lingkungan pengukuran.






b. Kerugian pada pengukuran ini,yaitu kurang teliti:



C. Sistem pengukuran digital mutlak
            Dengan system ini dapat diukur tiap momen posisi dari eretan itu dalam harga bilangan mutlak. Untuk itu digunakan cakera kode berjalur banyak atau penggaris yang memberi bilangan mutlak dimana saat tegangan jatuh tidak hilang. Kode yang dipasang pada penggaris ukuran adalah binary (biner).
a. Keuntungan:
o   Sistem inimpunys ketelitian pengukuran dan penyampaiannya yang tinggi.
o   Posisi eretannya dapat dibaca secra langsung.
o   Tidak ada langkah yang merugikan posisi-posisi eretan pada pemberhentian pekerjaan dan jatuhnya tegangan .
b. Sinyal pengukuran Digital
o   Penggari-penggaris yang berukuran mahal.
o   Pada penggesran titik nol harus dilakukan perhitungannya.




D. Sinyal pengukuran Digital
            Pada sinyal, kita menggunakan sinyal-sinyal “ya” atau “tidak” atau dalam bentuk “1” dan “0”. Dalam satu penambahan digital tidak ada harga-harga  antara sinyal itu berubah secara meloncat terhadap posisi eretannya.



E. Sistem pengukur Optik digital dengab metode penambahan
            Dengsn system ini (penambahan merupakan posisi/bagian-bagian kecil) jalan yang ditempuh posisi sebelumnya dapat diukur .Pada skala
pengukuran itu dibuat raster garis-garis kecil.




Perbedaan antara INP + REV dan INP + PWR
INP + REV yaitu : Tanda alarm menghilang,program diganggu artinya pada saat terjadi kesalahan maka program akan berhenti dan program kembali keawal (penggagalan program). Sedangkan INP + PWR yaitu Berhenti antara artinya pada saat terjadi kesalahan program akan berhenti tetapi program dapat dilanjutkan dan tidak mulai dari awal lagi.











BAB III
DATA MESIN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN

3.1.    DATA MESIN CNC TU-2A
*      FORMAT BLOK DAN FUNGSINYA
§      Format blok G
        G 00  =         Gerakan cepat
                                    ( N…/ G 00 / X ±…/ Z ±…)
        G 01 =         Interpolasi lurus / tirus
                                    ( N…/ G 01 / X ±…/ Z ±…/ F…)
        G 02 =         Interpolasi ¼ lingkaran berlawanan arah jarum jam
                                                      ( N…/ G 02 / X ±…/ Z ±…/ F…)
      G 03 =  Interpolasi ¼ lingkaran searah jarum jam
        G 04 =  Waktu tinggal diam
                    ( N…/ G 03 / X ±…/ Z ±…/ F…)
                                                      ( N…/ G 04 / X ±…)
e. G 21   =   Blok kosong
 ( N…/ G 21)
f.  G 24   =   Penetapan radius pada program (honga)
                          ( N…/ G 24)
g. G 25    =  Teknik produksi.
                         ( N…/ G 25 / L )
h.G 27   =   Perintah melompat
                          ( N…/ G 27 / L )
i.  G 33   =   Pemotongan ulir dengan kisar yang sama
                          ( N…/ G 33 / Z ±…/ K )
j.   G 64   =   Motor asutan tidak berarah
                          ( N…/ G 64 )
k. G 65    =   Pelayanan kaset
                          ( N…/ G 65 )
m.   G 66 =  Program antara K 232
                     =   ( N…/ G 66 )                   
n.  G 73 =   Sudut pemboran
                          ( N…/ G 73 / Z ± …/ F )
o.  G 78  =   Siklus pengguliran
                          ( N…/ G 78 / Z ± …/ F )
p.G 81    =   Siklus pemboran
                          ( N…/ G 81 / Z ±…/ F )
q.G 82    =   Siklus pemboran diam
                          ( N…/ G 82 / Z ±…/ F )
  r.   G 83  =   Siklus pemboran dengan penarikan
                          ( N…/ G 83 / Z ±…/ F )
s.   G 84 =   Siklus pembubutan dengan memanjang
                          ( N…/ G 84 / Z  ±…/ F )

§      FORMAT BLOK M
a.    M 00 = Program berhenti              
                                            ( N…/ M 00)
b.    M 03 = Menjalankan spindel utama
                                            ( N…/ M 03)
c.    M 05 = Spindel utama berhenti
                                            ( N…/ M 05)
d.    M 06 = Penghitungan panjang pahat
                                            ( N…/ X ±…/ Z ±…)
e.    M 07 = Titik tolak pengatur
f.     M 30 = Program berhenti
                                            ( N…/ M 30)
g.    M 11 = Melepas penjepit
                                            ( N…/ M 11)
h.    M 12 = Kode sinkronisasi
                                            ( N…/ M 12)
i.     M 99 = Parameter lingkaran
                                            ( N…/ M 99 / i ±…/ k ±…)
j.      M 98 = Kompensasi kelonggaran
                                            ( N…/ M 98 / X ±…/ Z ±…)

*      TANDA ALARM DAN CARA MENGATASINYA
              Tanda alarm adalah bentuk informasi bagi operrator untuk      mengenali jenis masalah yang timbul akibat kesalahan operasi,sehingga akan lebih mudah dalam mengatasinya.Bila alarm muncul kita tidak dapat melanjutkan opersi apapun sebelum alarm tersebut dihapus.
Cara menghapus alarm
                    Menekan tombol INP + REV maka alarm akan tampak pada layar   monitor dalam bentuk kode dan keterangan singkat sebagai berikut :
A 00    :    Kesalahan pemasukan kode fungsi G
                       Fungsi Jalan 00-95
A 01    :    Kesalahan pemasukan nilai parameter  
                       Lingkaran
                       X     : ± 5999                   Z  : ±32760
                       I      : 5999                      K  : 22700      
A 02    :    Kesalahan pemasukan nilai X
                       X     : 0 - ± 5999

A 03    :    Kesalahan pemasukan nilai asutan
                       F     : 2 – 499
                       G 94 : mm/menit
                       G 95 : 1/1000 mm/menit
A 04    :    Kesalahan pemasukan nilai Z
                       Z     : 0 - ± 32760
A 05    :    M 30 belum ditulis
A 06    :    Putaran spindel terlalu besar                         
A 08    :    Disket/pita telah penuh atau belum diformat
                       atau rusak
A 09    :    Program tidak ada/kesalahan nama program
A 10    :    Program terproteksi
A 11    :    Salah Jalan
A  12   :    Salah pengecekan
A 13    :    Pengalihan dari mm ke inc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar